MATARAM – Pendidikan inklusi di NTB masih jalan di tempat. Banyak sekolah umum dibawah naungan Dinas Dikpora kabupaten/kota memiliki ken...
MATARAM – Pendidikan inklusi di NTB masih jalan di tempat. Banyak sekolah umum dibawah naungan Dinas Dikpora kabupaten/kota memiliki kendala menerapkan sekolah inklusi, terutama tanaga pengajar. Bahkan, kabupaten Lombok Tengah yang menjadi pelopor sekolah inklusi juga belum maksimal. Kini, NTB merupakan salah satu dari lima provinsi yang mendapat bantuan hibah dari kemitraan pendidikan Australia-Indonesia untuk membuka sekolah inklusi. Kali ini, pendidikan inklusi bukan diterapkan di sekolah umum, melainkan di madrasah swasta. Besaran anggaran bagi sekolah inklusi Rp 500 juta untuk empat madrasah.
“Paling tidak yang masuk ke masing-masing madrasah Rp 20 juta,” kata Perwakilan Kemitraan Pendidikan Australia-Indonesia (KPAI) Jakarta Erni Agustina, kemarin(1/10).
Untuk diketahui, pendidikan inklusi adalah sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan mempunyai potensi kecerdasan atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya.
Kata Erni, bantuan sekolah inklusi ini tidak sebesar bantuan akreditasi madrasah belum lama ini. Bantuan yang jumlahnya Rp 500 juta juga mencakup pelatihan guru. Bahkan biaya pelatihan lebih besar jika dibandingkan didapat madrasah. Di madrasah sendiri hanya bentuknya layanan, menyiapkan media pembelajaran.
“Kalau untuk tuna grahita mungkin dibuat laboratorium miring,” katanya.
Lebih Lanjut Erni memaparkan, bantuan diberikan ini hanya sebagai permulaan. Dalam waktu dekat, pihaknya menyiapkan mentor untuk memberikan pelatihan kepada guru madrasah yang menjadi guru inklusi.
“Kami akan melibatkan guru SLB dan akademisi dalam pelatihan ini.Bantuan ini diberikan kepada Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan MTs dengan akreditasi B,” imbuhnya.
Sementara itu Kabid Mapenda H Jalalusayuti meyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan dari KPAI ini. Ia akan mencoba menerapkan proses pembelajaran di sekolah bagi siswa yang memiliki keterbatasan.
“Rencananya pendidikan inklusi madrasah akan dilaunching pada HUT NTB Desember mendatang,” ucapnya, seperti yang dilansir dari Lombok Post (2/10)

COMMENTS